Abraham Maslow merupakan seorang psikolog asal Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai tokoh penting dalam perkembangan psikologi humanistik. Ia menjadi salah satu pendiri aliran ini dan terkenal melalui konsep Hierarchy of Needs atau hierarki kebutuhan. Menurutnya, teori psikoanalisis Sigmund Freud terlalu berfokus pada konflik dan sisi patologis manusia, sedangkan teori perilaku B.F. Skinner dianggap terlalu mekanistik. Maslow justru menekankan potensi positif, kreativitas, dan dorongan manusia untuk berkembang.
Konsep Hierarki Kebutuhan
Teori Maslow menjelaskan bahwa manusia memiliki serangkaian kebutuhan yang tersusun secara berjenjang. Kebutuhan yang paling dasar bersifat fisik, seperti makan dan minum, kemudian naik ke kebutuhan rasa aman, sosial, penghargaan, hingga puncaknya yaitu aktualisasi diri. Saat kebutuhan di tingkat bawah terpenuhi, individu terdorong untuk memenuhi kebutuhan di tingkat berikutnya.
Ia pernah menyampaikan, “Kisah umat manusia adalah kisah pria dan wanita yang menjual dirinya terlalu murah,” yang menjadi pengingat bahwa banyak orang tidak sepenuhnya memanfaatkan potensi terbaiknya.
Kehidupan Awal
Maslow lahir pada 1 April 1908 di Brooklyn, New York, sebagai anak pertama dari tujuh bersaudara dalam keluarga imigran Yahudi asal Rusia. Masa kecilnya tidaklah Bahagia, ia kerap merasa kesepian dan banyak menghabiskan waktu membaca di perpustakaan.
Awalnya ia menempuh studi hukum di City College of New York (CCNY) dan menikah dengan sepupunya, Bertha Goodman. Belakangan, minatnya beralih ke bidang psikologi saat melanjutkan pendidikan di University of Wisconsin. Di sana, ia dibimbing oleh psikolog Harry Harlow dan berhasil meraih gelar sarjana (1930), magister (1931), dan doktor (1934) di bidang psikologi.
Karier dan Perkembangan Teori
Maslow memulai karier mengajarnya di Brooklyn College pada tahun 1937 hingga 1951. Di periode ini, ia banyak terinspirasi oleh Max Wertheimer, tokoh psikologi Gestalt, dan Ruth Benedict, seorang antropolog. Ia menilai mereka sebagai pribadi luar biasa dan mulai mempelajari pola perilaku mereka. Dari sinilah lahir gagasan awal mengenai potensi manusia.
Pada dekade 1950-an, Maslow menjadi tokoh utama yang mendorong lahirnya psikologi humanistik. Teorinya tidak hanya membahas hierarki kebutuhan, tetapi juga proses self-actualization (aktualisasi diri) dan peak experiences (pengalaman puncak). Menurut Maslow, aktualisasi diri adalah proses berkelanjutan untuk memanfaatkan sepenuhnya bakat dan kapasitas seseorang, bukan sekadar tujuan akhir.
Orang yang mencapai tingkat aktualisasi diri biasanya memiliki ciri-ciri seperti penerimaan diri, spontanitas, kemandirian, dan kemampuan menikmati pengalaman puncak.
Warisan dan Pengaruh
Pada masa ketika banyak psikolog menyoroti gangguan dan kelemahan manusia, Maslow memilih memusatkan perhatian pada kesehatan mental, pertumbuhan pribadi, dan potensi positif. Pendekatannya memberi warna baru bagi ilmu psikologi dan menjadi dasar berkembangnya psikologi positif modern.
Meskipun sempat menuai kritik dari kalangan akademik, teorinya kembali populer seiring meningkatnya minat pada topik pengembangan diri dan kebahagiaan.
Abraham Maslow wafat pada 8 Juni 1970 di California akibat serangan jantung, meninggalkan warisan intelektual yang terus memengaruhi psikologi hingga kini.
Karya Penting
Motivation and Personality (1954)
Toward a Psychology of Being (1962)
Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com
Referensi :
Lawson, R, Graham, J, & Baker, K. Sejarah Psikologi: Globalisasi, Gagasan, dan Aplikasi. New York: Routledge; 2007.
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito