Accismus

07 Oct 2024
Image

Accismus: Musuh Dalam Selimutmu yang Harus Kamu Kalahkan!



Seberapa sering kamu merasa tergoda untuk melakukan sesuatu, tetapi pada saat yang sama, ada sesuatu yang mendorong kamu untuk tidak melakukannya? Itulah yang dikenal sebagai "Accismus," sebuah istilah yang berasal dari bahasa Latin, yang mengeksplorasi konflik batin antara keinginan dan penolakan. Disini, kita akan menjelajahi fenomena psikologi ini dan mengungkap kekuatan batin yang menyertainya.

 

Accismus adalah lebih dari sekadar keraguan; itu adalah pertarungan di dalam jiwa kita. Dalam dunia psikologi, kita sering mendapati diri kita terjebak dalam dilema ini, tanpa memahami akarnya. Accismus adalah saat kita menolak sesuatu yang sebenarnya kita inginkan dengan alasan tertentu. Misalnya, kamu mungkin ingin mengambil kesempatan berbicara di depan umum, tetapi perasaan ketidakpercayaan diri atau kecemasan mencegah kamu melakukannya. Accismus adalah tentang merasa tergoda untuk mengambil tindakan, tetapi mengalami hambatan emosional yang kuat.

 

Ada beberapa perspektif dalam psikologi yang dapat membantu kita memahami fenomena Accismus ini lebih dalam:

 

1. Teori Kognitif

 

Dalam teori ini, Accismus bisa dijelaskan sebagai konflik antara keinginan kita dan keyakinan diri negatif yang merusak tindakan kita. Bagaimana cara kita mengelola keyakinan diri kita dan apakah kita memiliki pemahaman yang sehat tentang kemampuan kita akan memengaruhi sejauh mana kita membiarkan Accismus memengaruhi kita.

 

2. Teori Psikodinamik

 

Menurut perspektif psikodinamik, Accismus bisa berakar pada konflik antara berbagai aspek diri kita, seperti ego dan superego. Mungkin ada pertentangan antara keinginan individu dan apa yang dianggap sebagai tindakan yang "benar" dalam masyarakat.

 

3. Teori Perilaku

 

Teori ini menekankan bahwa perilaku kita dipengaruhi oleh konsekuensi positif dan negatif. Accismus mungkin muncul karena kita mengantisipasi konsekuensi negatif atau dampak buruk yang mungkin terjadi jika kita mengikuti keinginan kita.

 

Accismus dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan sehari-hari, termasuk karier, hubungan, dan kesejahteraan emosional. Dalam karier, seseorang mungkin melewatkan peluang besar karena ketakutan akan kegagalan atau penilaian negatif. Dalam hubungan, keinginan untuk terbuka dan jujur dapat tumpang tindih dengan kekhawatiran tentang bagaimana orang lain akan bereaksi.

 

Mengatasi Accismus bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan kekuatan batin yang tepat, kita dapat mengatasi hambatan ini. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya:

 

  • Refleksi Diri: Mengenali Accismus dalam diri kita adalah langkah pertama. Berhenti sejenak dan pertimbangkan apa yang sebenarnya kamu inginkan dan apa yang mencegah kamu.

 

  • Tindakan Bertahap: Jika Accismus kamu berkaitan dengan tindakan besar, pertimbangkan untuk memulai dengan langkah kecil. Ini bisa membantu kamu membangun rasa percaya diri dan mengurangi kecemasan.

 

  • Dukungan Psikologis: Terkadang, mendapatkan bantuan dari seorang profesional psikologi dapat membantu mengatasi Accismus yang mendalam dan kompleks.



Accismus adalah fenomena psikologis yang melibatkan konflik batin antara keinginan dan penolakan. Ini adalah tantangan emosional yang banyak dari kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang Accismus dan dengan kekuatan batin yang tepat, kita dapat mengatasi hambatan ini dan meraih keinginan kita. Ingatlah bahwa kita semua memiliki kekuatan dalam diri kita untuk mengatasi Accismus, yang pada akhirnya akan membantu kita mencapai potensi penuh kita dalam kehidupan.





Referensi : 

Poulin, J. Michael & Franklin, J. Michael. 2023. Accismus: A Psychological Approach to Flourishing.

 




Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito

Admin Psikolog Gunawan Soewito
628123456789
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
×