Albert Bandura
Pelopor Teori Belajar Sosial
Albert Bandura adalah salah satu tokoh psikologi paling berpengaruh di abad ke-20. Dikenal sebagai pencetus teori belajar sosial (Social Learning Theory) dan penggagas konsep self-efficacy, Bandura memberikan kontribusi besar dalam memahami bagaimana manusia mempelajari perilaku, nilai, dan keterampilan melalui proses observasi.
Biografi
Albert Bandura lahir pada 4 Desember 1925 di Mundare, Alberta, Kanada, dari keluarga keturunan Polandia dan Ukraina. Ia adalah anak bungsu sekaligus satu-satunya putra di antara enam bersaudara. Ayahnya berasal dari Krakow, Polandia, bekerja sebagai penjaga perlintasan kereta api. Ibunya dari Ukraina, bekerja di toko serba ada di kota kecil mereka.
Bandura menempuh pendidikan sarjana di University of British Columbia, lalu melanjutkan studi psikologi di University of Iowa dan meraih gelar Ph.D. pada 1952. Setahun kemudian, ia bergabung dengan Fakultas Psikologi di Stanford University, tempat ia mengajar hingga pensiun. Pada 1974, ia terpilih sebagai Presiden American Psychological Association (APA).
Dalam kehidupan pribadinya, Bandura menikah dengan Virginia Varns dan dikaruniai dua putri, Mary dan Carol.
Karya dan Publikasi Penting
Bandura menulis banyak buku yang menjadi referensi utama dalam psikologi, di antaranya:
Adolescent Aggression (1959)
Social Learning and Personality Development (1963)
Principles of Behavior Modification (1969)
Social Learning Theory (1977)
Self-Efficacy: The Exercise of Control (1997)
Karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan menjadi acuan global dalam pendidikan, psikologi klinis, dan bimbingan sosial.
Teori Belajar Sosial
Bandura berpendapat bahwa manusia tidak hanya belajar melalui pengalaman langsung, tetapi juga melalui pengamatan terhadap perilaku orang lain (observational learning). Proses ini melibatkan empat tahap :
Perhatian : Memusatkan fokus pada perilaku model.
Retensi : Menyimpan perilaku tersebut dalam ingatan.
Reproduksi : Mempraktikkan perilaku yang telah dipelajari.
Motivasi : Memiliki dorongan untuk meniru, terutama jika perilaku tersebut membawa hasil positif.
Eksperimen terkenalnya, Bobo Doll Experiment, menunjukkan bahwa anak-anak meniru perilaku agresif yang mereka amati, membuktikan kuatnya pengaruh model terhadap pembelajaran sosial.
Pengaruh dan Warisan Pemikiran
Pemikiran Bandura memengaruhi berbagai bidang, termasuk pendidikan, bimbingan konseling, dan pembentukan karakter. Konsepnya tentang reciprocal determinism, interaksi antara perilaku, faktor personal, dan lingkungan, menjadi dasar bagi pendekatan pembelajaran modern. Melalui teorinya, Bandura menekankan pentingnya figur teladan dalam membentuk moral, etika, dan keterampilan generasi muda, baik di sekolah, keluarga, maupun media.
Kesimpulan
Albert Bandura bukan hanya ilmuwan, tetapi juga penggerak perubahan dalam dunia psikologi. Dengan teorinya yang memadukan aspek kognitif, sosial, dan lingkungan, ia membuktikan bahwa pembelajaran manusia adalah proses kompleks yang terus berlangsung sepanjang hayat. Karyanya akan terus menjadi panduan penting bagi para pendidik, psikolog, dan semua yang peduli pada perkembangan manusia.
Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com
Referensi :
Boiliu, E. R. (2022). Aplikasi Teori Belajar Sosial Albert Bandura Terhadap PAK Masa Kini. Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3(2), 133-143.
Laila, Q. N. (2015). Pemikiran pendidikan moral albert bandura. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 2(1), 21-36.
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito