Alfred Adler: Tokoh Psikologi Individual yang Menekankan Peran Sosial

30 Sep 2025
Image

Biografi Singkat

Alfred Adler lahir di Wina pada 9 Februari 1870. Ia menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Wina pada tahun 1895. Awalnya Adler mengambil spesialisasi dalam bidang mata (oftalmologi), namun kemudian beralih ke psikiatri.

Adler sempat bekerja bersama Sigmund Freud dan bahkan menjadi presiden Vienna Psychoanalytic Society. Namun, karena perbedaan pandangan mengenai hakikat manusia, ia keluar dari kelompok Freud pada tahun 1911 dan mendirikan aliran baru bernama Psikologi Individual (Individual Psychology).

Pada tahun 1935, Adler pindah ke Amerika Serikat dan menjadi profesor psikologi medis di Long Island College of Medicine. Ia tetap aktif mengajar, menulis, dan memberi kuliah hingga wafat di Skotlandia tahun 1937 saat sedang melakukan tur ceramah.

Meskipun tidak sepopuler psikoanalisis Freud, gagasan Adler mendapat tempat penting, terutama di bidang pendidikan dan konseling. Pemikirannya terus berkembang lewat The American Society of Individual Psychology dan jurnal ilmiah khusus yang memuat teori-teorinya.

Pokok Pemikiran Alfred Adler

1.Prinsip Rasa Rendah Diri (Inferiority Principle)

Menurut Adler, setiap orang sejak kecil pasti pernah mengalami perasaan kurang atau tidak mampu. Rasa rendah diri ini bukanlah kelainan, justru bisa menjadi pemicu perkembangan diri.

    • Inferiority Complex: 

Perasaan minder atau tidak percaya diri karena kekurangan fisik maupun psikologis. Inferioritas pada masa kanak-kanak: pengalaman dimarahi, dibandingkan, atau dimanjakan berlebihan bisa memengaruhi kepercayaan diri anak hingga dewasa.

    • Inferioritas organic

Keterbatasan fisik dapat membentuk kepribadian, misalnya melalui upaya kompensasi.

2. Prinsip Superioritas (Superiority Principle)

Bagi Adler, manusia terdorong untuk terus berkembang dan mencapai keunggulan. Dorongan ini adalah kompensasi dari rasa rendah diri.

Berjuang untuk keunggulan pribadi → sering muncul pada individu yang terlalu egosentris.

Berjuang untuk kesuksesan bersama → motivasi sehat yang berorientasi pada kerja sama sosial.

Finalisme fiksi → manusia bergerak menuju tujuan ideal yang sering kali bersifat imajiner, seperti kesempurnaan, kebahagiaan, atau “ideal diri”.

  1. Gaya Hidup (Style of Life)

Setiap individu memiliki gaya hidup yang terbentuk sejak usia dini (sekitar 4–5 tahun). Gaya hidup mencakup tujuan hidup, sikap terhadap orang lain, dan cara menghadapi masalah. Adler membagi tipe gaya hidup menjadi:

    • Tipe penguasa – cenderung mendominasi orang lain.

    • Tipe penerima – bergantung pada orang lain.

    • Tipe penghindar – menjauhi masalah.

    • Tipe sosial – sehat, berorientasi pada kerja sama dan kepentingan bersama.

  1. Diri Kreatif (Creative Self)

Setiap orang memiliki kemampuan untuk menciptakan gaya hidupnya sendiri. Adler menekankan bahwa manusia tidak sepenuhnya ditentukan oleh keturunan atau lingkungan, tetapi juga oleh kekuatan kreatif untuk memilih jalan hidup.

  1. Minat Sosial (Social Interest)

Salah satu kontribusi terbesar Adler adalah konsep social interest atau rasa kebersamaan. Menurutnya, kesehatan mental seseorang dapat diukur dari sejauh mana ia peduli dan berkontribusi bagi orang lain. Individu yang matang akan berjuang tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat.

  1. Urutan Kelahiran

Adler juga menyoroti bagaimana posisi anak dalam keluarga memengaruhi kepribadian:

    • Anak sulung: sering bertanggung jawab, konservatif, tapi juga bisa merasa kehilangan perhatian.

    • Anak kedua: kompetitif dan ambisius.

    • Anak bungsu: bisa sangat berprestasi, tetapi juga rentan dimanjakan.

    • Anak tunggal: dewasa lebih cepat, tetapi sering kesulitan berbagi perhatian.

Alfred Adler melihat manusia sebagai makhluk sosial yang secara alami terdorong untuk berkembang, mengatasi rasa rendah diri, dan mencari makna hidup melalui kontribusi pada orang lain. Dengan teori Psikologi Individual, ia menekankan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya soal prestasi pribadi, melainkan bagaimana seseorang berperan dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com

 

 

Referensi : 

Jess Feist, Gregory J. Feist, Tomi-Ann Roberts. (2018). THEORIES OF PERSONALITY 9th Edition. McGraw-Hill Education.

Duane P. Schultz, Sydney Ellen Schultz. (2012). THEORIES OF PERSONALITY 10th Edition. Wadsworth, Cengage Learning.

Adler, A. (1973). Alfred Adler's individual psychology. Teori Dasar Psikologi Kepribadian I, 64.

 

Category:

Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito

Admin Psikolog Gunawan Soewito
628123456789
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
×