Daniel Kahneman (1934–2024): Prospect Theory dan Dual-System Thinking

21 Oct 2025
Image

Biografi

Daniel Kahneman lahir 5 Maret 1934 di Tel Aviv dari keluarga Yahudi Prancis dan menghabiskan masa kecilnya di Paris pada era pendudukan Nazi, pengalaman yang menumbuhkan minatnya pada perilaku manusia. Setelah Perang Dunia II keluarganya pindah ke Palestina (kini Israel). Ia meraih gelar sarjana psikologi dari Hebrew University of Jerusalem (1954) dan Ph.D. dari University of California, Berkeley (1961). Karier akademiknya meliputi Hebrew University, University of British Columbia, dan akhirnya Princeton University. Kahneman dianugerahi Hadiah Nobel Ekonomi 2002, psikolog pertama yang meraihnya, serta Presidential Medal of Freedom (2013). Ia wafat 27 Maret 2024 pada usia 90 tahun.

Kolaborasi dengan Amos Tversky

Pada akhir 1960-an Kahneman memulai kolaborasi legendaris dengan Amos Tversky. Persahabatan intelektual ini melahirkan serangkaian riset yang mendokumentasikan heuristik dan bias, seperti anchoring (ketergantungan berlebihan pada informasi awal), availability heuristic (menilai kemungkinan berdasarkan kemudahan mengingat contoh), dan representativeness heuristic (mengandalkan kemiripan pada kategori stereotip). Temuan ini menjadi dasar lahirnya ekonomi perilaku modern.

Prospect Theory (Teori Prospek)

Dipublikasikan 1979, Prospect Theory merevolusi pemahaman tentang pengambilan keputusan di bawah risiko dan ketidakpastian. Unsur pokoknya:

  1. Reference Dependence: Penilaian hasil didasarkan pada titik acuan (misal harga pembelian) bukan kekayaan total akhir.

  2. Loss Aversion: Kerugian memiliki bobot psikologis sekitar dua kali lipat keuntungan setara, mendorong perilaku loss-averse seperti menahan saham merugi.

  3. Diminishing Sensitivity: Sensitivitas terhadap perubahan nilai menurun saat nilai semakin besar; kenaikan dari $0 ke $100 terasa lebih signifikan daripada $1.000 ke $1.100.

  4. Probability Weighting: Individu melebih-lebihkan peluang kecil (overweight small probabilities) dan meremehkan peluang sedang–besar, menjelaskan daya tarik lotre sekaligus asuransi.

  5. Framing Effect: Cara penyajian masalah (kerugian vs. keuntungan) dapat mengubah keputusan walau nilai ekonominya identik.

Teori ini memperbaiki expected utility theory klasik dengan memasukkan faktor psikologis ke dalam perhitungan nilai dan probabilitas. Versi lanjutannya, Cumulative Prospect Theory, mengakomodasi skenario probabilitas kompleks dan distribusi hasil yang lebih realistis.

Dual-System Thinking

Dalam Thinking, Fast and Slow (2011), Kahneman merangkum puluhan tahun riset kognitif ke dalam model Dua Sistem:

  • System 1: Cepat, intuitif, otomatis, emosional, dan hemat energi. Mengandalkan asosiasi dan heuristik sehingga efisien tetapi rentan bias.

  • System 2: Lambat, analitis, membutuhkan perhatian dan usaha kognitif. Memeriksa dan mengoreksi intuisi System 1 namun mudah lelah sehingga sering “menyerah” pada penilaian cepat.

Interaksi kedua sistem ini menjelaskan fenomena seperti overconfidence, planning fallacy, dan illusion of validity. Dalam keuangan, misalnya, investor sering mengabaikan analisis mendalam (System 2) dan terjebak keputusan impulsif (System 1).

Hedonic Psychology dan Kebijakan Publik

Kahneman juga mengembangkan Day Reconstruction Method untuk mengukur kesejahteraan subjektif berbasis pengalaman, memengaruhi survei kebahagiaan global dan kebijakan publik. Temuannya tentang bias kognitif menjadi dasar pembentukan Behavioural Insights Team dan berbagai nudge units pemerintah yang merancang kebijakan dari tabungan pensiun hingga kesehatan masyarakat.

Kritik dan Warisan

Beberapa ekonom menilai Prospect Theory belum sepenuhnya menjelaskan keputusan jangka panjang atau lintas budaya, dan beberapa bias kognitif sulit direplikasi. Namun, gagasan Kahneman tetap menjadi fondasi psikologi kognitif, ekonomi perilaku, dan neuroekonomi. Peninggalannya memperluas pemahaman ilmiah tentang pengambilan keputusan manusia, memengaruhi kebijakan publik, pemasaran, keuangan, dan desain teknologi hingga kini. Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com

Referensi 

  • Kahneman, D. (2011). Thinking, fast and slow. New York, NY: Farrar, Straus and Giroux.
  • Kahneman, D., & Tversky, A. (1979). Prospect theory: An analysis of decision under risk. Econometrica, 47(2), 263–291.
  • Tversky, A., & Kahneman, D. (1974). Judgment under uncertainty: Heuristics and biases. Science, 185(4157), 1124–1131.




Category:

Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito

Admin Psikolog Gunawan Soewito
628123456789
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
×