Elisabeth Kübler-Ross (1926–2004): Teori Lima Tahap Duka (Five Stages of Grief)

30 Oct 2025
Image

Biografi Singkat

Elisabeth Kübler-Ross lahir di Zürich, Swiss, 8 Juli 1926. Sejak kecil ia menunjukkan ketertarikan pada pelayanan kemanusiaan dan menentang pandangan orang tuanya yang konservatif. Setelah menempuh pendidikan kedokteran di University of Zürich, ia pindah ke Amerika Serikat pada 1958 dan menjadi psikiater. Pengalaman klinisnya merawat pasien terminal membentuk pandangan bahwa proses kematian seharusnya dipahami dan didampingi secara empatik, bukan dihindari. Pada 1969 ia menerbitkan buku penting On Death and Dying, yang memperkenalkan konsep Five Stages of Grief dan mengubah praktik medis serta konseling pasien terminal di seluruh dunia. Kübler-Ross wafat pada 24 Agustus 2004 di Arizona, AS.

Teori Lima Tahap Duka

Dalam On Death and Dying, Kübler-Ross mengemukakan bahwa individu yang menghadapi kematian—baik kematian diri sendiri maupun orang yang dicintai, sering melalui lima tahap emosional. Tahapan ini bukan urutan kaku; seseorang bisa bolak-balik atau tidak melewati semua tahap.

  1. Denial (Penolakan)

    • Reaksi awal berupa ketidakpercayaan atau penolakan terhadap kenyataan kehilangan atau diagnosis terminal.

    • Contoh: Pasien menolak hasil pemeriksaan medis atau merasa dokter keliru.

    • Fungsi: Memberi waktu bagi pikiran untuk menyesuaikan diri dengan realitas yang sulit diterima.

  2. Anger (Kemarahan)

    • Emosi marah diarahkan pada diri sendiri, orang lain, tenaga medis, bahkan Tuhan.

    • Contoh: “Mengapa saya? Ini tidak adil!”

    • Fungsi: Pelepasan frustrasi dan ekspresi ketidakberdayaan.

  3. Bargaining (Tawar-Menawar)

    • Individu bernegosiasi dengan “kekuatan lebih tinggi” atau membuat janji demi menunda kehilangan.

    • Contoh: “Kalau saya sembuh, saya akan berubah menjadi orang yang lebih baik.”

    • Fungsi: Upaya mengendalikan situasi yang terasa di luar kendali.

  4. Depression (Depresi)

    • Rasa sedih mendalam, kehilangan minat, dan kesadaran penuh akan realitas kematian atau kehilangan.

    • Bisa muncul sebagai kesedihan antisipatif (sebelum kehilangan terjadi) atau setelahnya.

    • Fungsi: Memberi kesempatan untuk berduka dan memproses emosi sebelum menerima kenyataan.

  5. Acceptance (Penerimaan)

    • Tahap penerimaan tenang bahwa kematian atau kehilangan tak terhindarkan.

    • Bukan berarti kebahagiaan, melainkan kedamaian batin.

    • Contoh: Pasien mulai merencanakan akhir hidup atau anggota keluarga merelakan kepergian.

Perkembangan dan Penerapan

Seiring waktu, model Kübler-Ross diterapkan lebih luas, tidak hanya pada kematian tetapi juga pada kehilangan pekerjaan, perceraian, atau diagnosis penyakit kronis. Konselor duka, pekerja sosial, dan tenaga medis menggunakannya sebagai kerangka untuk memahami respons emosional klien.

Kritik dan Penyempurnaan

  • Tidak Linear: Penelitian kemudian menunjukkan bahwa duka tidak selalu mengikuti urutan lima tahap; banyak orang mengalami tahap secara acak atau berulang.

  • Variasi Budaya: Respons duka sangat dipengaruhi budaya, agama, dan konteks sosial, sehingga model lima tahap tidak universal.

  • Fokus pada Individu: Kritik lain menyebut model ini terlalu menekankan pengalaman individu dan kurang memperhitungkan dukungan sosial dan dinamika keluarga.

Meskipun demikian, teori Kübler-Ross tetap menjadi fondasi penting dalam psikologi kesehatan, konseling duka, dan perawatan paliatif. Banyak program pelatihan tenaga medis dan konselor masih menggunakan kerangka ini sebagai titik awal pemahaman reaksi emosional terhadap kehilangan.

Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com

Referensi

  • Kübler-Ross, E. (1969). On death and dying. New York, NY: Macmillan.

  • Kübler-Ross, E., & Kessler, D. (2005). On grief and grieving: Finding the meaning of grief through the five stages of loss. New York, NY: Scribner.

  • Maciejewski, P. K., Zhang, B., Block, S. D., & Prigerson, H. G. (2007). An empirical examination of the stage theory of grief. JAMA, 297(7), 716–723. https://doi.org/10.1001/jama.297.7.716



Category:

Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito

Admin Psikolog Gunawan Soewito
628123456789
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
×