Bayangkan jika kamu tengah disituasi yang man kamu tahu dengan pasti bahwa kamu melakukan sesuatu, tapi seseorang - yang seharusnya bisa dipercaya - berkata, "Aku rasa kamu sedang bermimpi, deh. Kamu tidak pernah melakukannya." Atau mungkin ada yang terus-terusan mengatakan bahwa kamu terlalu emosional dan overreacting. Nah, inilah yang disebut dengan gaslighting.
Gaslighting adalah cara manipulatif yang digunakan oleh seseorang untuk meragukan ingatan, penilaian, dan kewarasanmu. Jadi, jika kamu pernah merasa seperti kamu hidup di dalam film thriller dan realitasmu digoyang-goyangkan, mungkin kamu sedang menghadapi gaslighting!
Bagaimana Cara Kerja Gaslighting?
Gaslighting biasanya dimulai dengan hal-hal kecil. Gaslighter (orang yang melakukannya) mungkin akan mulai dengan kebohongan kecil atau mencoba meyakinkanmu bahwa kamu salah dalam hal-hal sepele. Ini adalah langkah pertama mereka dalam membuatmu merasa ragu-ragu tentang dirimu sendiri. Lalu, mereka akan meningkatkan intensitasnya seiring waktu.
Mereka bisa menggunakan taktik seperti:
1. Mengingkari Kebenaran: "Kamu tidak melihat dengan benar, kok."
2. Mengubah Kenyataan: "Kamu selalu salah, aku selalu benar."
3. Mengkritik Kewarasan: "Kamu terlalu paranoid dan lebay!"
4. Isolasi Sosial: Memisahkanmu dari teman dan keluargamu, sehingga kamu hanya bisa mengandalkan mereka.
Mengapa Seseorang Melakukan Gaslighting?
Ini adalah pertanyaan yang menarik. Ada berbagai alasan mengapa seseorang bisa melakukan gaslighting. Mereka mungkin ingin mengambil kendali atau mempertahankan kekuasaan. Atau mungkin mereka memiliki masalah psikologis yang membuat mereka melakukan tindakan ini. Tapi satu hal yang pasti, gaslighting adalah tindakan yang merusak hubungan dan dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mental seseorang.
Bagaimana Menghadapinya?
Penting untuk bisa mengenali tanda-tanda gaslighting. Jika kamu merasa sering meragukan dirimu sendiri atau terperangkap dalam siklus konflik yang tak berujung, bicarakan dengan seseorang yang kamu percayai. Terapis atau konselor juga bisa memberikan dukungan yang sangat berarti.
Ingat, lighting adalah hal serius dan tidak boleh diabaikan. Ini adalah bentuk pelecehan emosional, dan kamu berhak untuk mendapatkan bantuan dan dukungan. Jadi, jangan ragu untuk mencari pertolongan jika kamu mengalami gaslighting. Jadi, sekarang kamu sudah tahu apa itu gaslighting dalam konteks psikologi. Ini bukan sekadar kata gaul atau jargon yang hanya digunakan di media sosial. Ini adalah konsep yang penting untuk kita pahami. Jadilah cerdas dan waspada terhadap taktik manipulatif ini, dan selalu utamakan kesejahteraan mentalmu.
Referensi :
Sarkis, M. Stephanie. 2022. Gaslighting: The Psychology of Manipulation and Control.
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito