Biografi
Gordon Willard Allport lahir pada 11 November 1897 di Montezuma, Indiana, Amerika Serikat, dan meninggal pada 9 Oktober 1967 di Cambridge, Massachusetts. Ia menempuh pendidikan sarjana di Harvard University, sempat mengajar di Turki, kemudian meraih gelar doktor psikologi di Harvard pada 1922. Selama karirnya, Allport aktif sebagai dosen dan peneliti di Harvard dan beberapa universitas Eropa. Pengalaman lintas budaya serta minat pada hubungan antarindividu mendorongnya mengembangkan pendekatan unik terhadap studi kepribadian, berbeda dari arus besar psikoanalisis Freud dan behaviorisme yang saat itu dominan.
Teori Psikologi Kepribadian
Allport dikenal sebagai pelopor psikologi kepribadian dengan trait theory, pendekatan yang menekankan ciri-ciri kepribadian relatif stabil dalam mempengaruhi perilaku. Ia membagi trait menjadi tiga tingkatan: cardinal traits (sifat sangat dominan yang mendefinisikan hidup seseorang, misalnya “kedermawanan” ala St. Fransiskus), central traits (lima hingga sepuluh sifat inti yang membentuk kepribadian, seperti kejujuran atau keramahan), dan secondary traits (ciri yang lebih situasional, misalnya preferensi makanan atau selera pakaian). Allport menekankan functional autonomy, yakni perilaku yang awalnya dilakukan demi tujuan tertentu dapat menjadi motivasi tersendiri seiring waktu, misalnya kebiasaan berolahraga yang awalnya demi kesehatan kemudian dilakukan karena kesenangan pribadi. Teorinya menggabungkan data objektif dan pemahaman kualitatif, menyoroti pentingnya pengalaman subjektif serta konteks sosial.
Karya dan Pemikiran Lain
Karya paling berpengaruh Allport adalah Personality: A Psychological Interpretation (1937), yang menjadi tonggak kajian kepribadian modern. Ia juga menulis The Nature of Prejudice (1954), mengupas akar psikologis prasangka dan diskriminasi, serta Pattern and Growth in Personality (1961). Pandangannya tentang agama dalam The Individual and His Religion (1950) membedakan religiositas intrinsik (diyakini dan dihayati) dan ekstrinsik (sekadar untuk keuntungan sosial).
Kritik
Meskipun revolusioner, teori Allport dikritik karena terlalu deskriptif dan kurang menawarkan mekanisme kausal yang menjelaskan bagaimana trait terbentuk atau berubah. Pendekatan trait juga dianggap kurang memperhitungkan peran situasi dalam perilaku, kritik yang kemudian mendorong munculnya psikologi sosial dan teori interaksionis yang menekankan pengaruh konteks.
Informasi Tambahan
Allport tidak mengembangkan alat tes kepribadian sendiri yang sepopuler MMPI atau 16PF, tetapi konsep trait-nya menginspirasi pengembangan instrumen seperti Big Five Personality Test. Ia juga berkontribusi pada riset hubungan antar kelompok, menjadi salah satu pendiri Society for the Psychological Study of Social Issues, dan mempengaruhi psikologi lintas budaya serta studi prasangka rasial di Amerika.
Kesimpulan
Gordon Allport memandang kepribadian sebagai pola unik yang relatif konsisten namun tetap terbuka terhadap perkembangan. Dengan menekankan trait, motivasi otonom, dan pengalaman personal, ia membuka jalan bagi pemahaman kepribadian modern yang lebih kaya daripada sekadar dorongan tak sadar atau perilaku yang dipelajari.
Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com
Referensi
Allport, G. W. (1937). Personality: A psychological interpretation. Holt.
Allport, G. W. (1954). The nature of prejudice. Addison-Wesley.
Feist, J., Feist, G. J., & Roberts, T. (2018). Theories of personality (9th ed.). McGraw-Hill Education.
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito