Harry Stack Sullivan Teori Kepribadian Interpersonal

03 Oct 2025
Image

Kepribadian manusia selalu menjadi topik menarik dalam psikologi. Istilah “kepribadian” sendiri berasal dari bahasa Latin persona yang berarti “topeng”, menggambarkan bagaimana individu menampilkan perilaku dan perannya di hadapan orang lain.

Seiring perkembangan ilmu, banyak tokoh mencoba menjelaskan asal-usul dan dinamika kepribadian, mulai dari Freud, Jung, Adler, Erikson, hingga Harry Stack Sullivan. Berbeda dari Freud yang menekankan dorongan biologis, Sullivan menempatkan hubungan sosial dan interpersonal sebagai faktor utama dalam pembentukan kepribadian.

Konsep Dasar Teori Sullivan

Menurut Sullivan, kepribadian adalah sistem energi yang terus berinteraksi dengan lingkungannya. Energi ini muncul dalam bentuk tegangan (tension) dan dapat ditransformasikan menjadi perilaku. Tujuannya adalah mengurangi ketegangan dan memenuhi kebutuhan.

  1. Tegangan (Tension)

Tegangan adalah potensi perilaku yang bisa disadari maupun tidak. Ada dua sumber utama tegangan:

  • Kebutuhan (Needs): bisa bersifat biologis (misalnya makan, tidur) maupun sosial (kasih sayang, kelembutan). Jika kebutuhan tidak terpenuhi, muncullah apati atau kelesuan.

  • Kecemasan (Anxiety): berbeda dari kebutuhan, kecemasan biasanya ditularkan sejak bayi melalui interaksi dengan orang tua, terutama lewat ekspresi wajah dan sikap emosional ibu.

  1. Transformasi Energi

Tegangan kemudian berubah menjadi perilaku, baik yang tampak (seperti gerakan) maupun tersembunyi (pikiran, ingatan, atau perasaan).

Aspek Kepribadian Menurut Sullivan

Meskipun kepribadian itu dinamis, Sullivan menguraikan beberapa aspek yang relatif stabil, yaitu:

  • Dinamisme (Dynamism): pola perilaku khas yang menetap, misalnya pola makan, pola kasih sayang, atau pola agresi.

  • Personifikasi (Personification): gambaran tentang diri dan orang lain berdasarkan pengalaman. Contoh: good mother (ibu yang penuh kasih), bad mother (ibu yang membuat cemas), good-me (pengalaman positif tentang diri), bad-me (gambaran negatif diri), dan not-me (aspek yang ditolak atau menakutkan).

  • Sistem Self (Self-System): pola perilaku konsisten yang bertujuan menjaga rasa aman dengan cara mengurangi kecemasan. Misalnya lewat mekanisme seperti disosiasi, inatensi, atau apatis.

  • Proses Kognitif: terdiri dari tiga tahap perkembangan berpikir, yaitu prototaksis: pengalaman terpisah tanpa konsep waktu (bayi), parataksis: kemampuan menghubungkan pengalaman (anak kecil), sintaksis: berpikir logis dan realistis dengan bahasa (usia sekolah ke atas).

Tahap Perkembangan Kepribadian

Sullivan menekankan bahwa perkembangan kepribadian sangat dipengaruhi oleh hubungan sosial. Ia membagi tahapan perkembangan kepribadian menjadi tujuh masa:

  1. Infancy (Bayi): fokus pada kebutuhan biologis, terutama menyusu dan kasih sayang ibu.

  2. Childhood (Kanak-kanak): mulai belajar bahasa, aturan, dan hubungan dengan orang tua.

  3. Juvenile (Remaja Awal/Sekolah): belajar bekerja sama, bersaing, dan berhubungan dengan teman sebaya.

  4. Pre-Adolescence (Pra-remaja): muncul kebutuhan akan sahabat dekat (chum) dengan jenis kelamin sama.

  5. Early Adolescence (Remaja Awal): ditandai pubertas dan munculnya ketertarikan seksual terhadap lawan jenis.

  6. Late Adolescence (Remaja Akhir): penyatuan antara cinta dan nafsu, menuju hubungan romantis yang lebih matang.

  7. Adulthood (Dewasa): tahap kedewasaan, ditandai dengan cinta sejati, hubungan interpersonal yang matang, serta kemampuan menempatkan kepentingan orang lain setara dengan diri sendiri.

Kesimpulan

Harry Stack Sullivan menegaskan bahwa kepribadian manusia terutama dibentuk oleh pengalaman sosial dan hubungan interpersonal, bukan hanya dorongan biologis. Teorinya menekankan peran kecemasan, kebutuhan kasih sayang, serta interaksi dengan orang tua, teman, dan pasangan dalam perkembangan kepribadian.

Dengan pemahaman ini, Sullivan memberi kontribusi penting dalam psikologi kepribadian modern, terutama dalam menjelaskan bagaimana pengalaman sosial sejak kecil hingga dewasa memengaruhi siapa diri kita hari ini.

Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com

Referensi : 

Ewen (2014). An Introduction to Theories of Personality. New York.Psychology Press

Hall, Lindzey (1978). Theories of Personality. New York. Wiley

Riyanta (2020). Perkembangan Teori Hubungan Interpersonal dari Sullivan hingga Golleman.Jurnal Ilmiah Kependidikan

Category:

Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito

Admin Psikolog Gunawan Soewito
628123456789
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
×