Biografi Singkat
John Broadus Watson lahir di Greenville, South Carolina, pada 9 Januari 1878. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan mengalami masa kecil yang sulit. Meski begitu, ia berhasil menempuh pendidikan tinggi di Furman University dan lulus pada tahun 1899. Selanjutnya, ia melanjutkan studi di Universitas Chicago di bawah bimbingan psikolog terkenal, James Mark Baldwin, hingga meraih gelar doktor psikologi pada tahun 1903
Watson awalnya menaruh minat pada neurologi dan psikologi hewan, tetapi kemudian reputasinya terbentuk ketika ia merumuskan aliran psikologi baru yang dikenal sebagai Behaviorisme.
Lahirnya Behaviorisme
Pada tahun 1913, Watson menerbitkan artikel bersejarah berjudul Psychology as the Behaviorist Views It. Dalam tulisan ini, ia menegaskan bahwa psikologi harus berfokus pada perilaku yang dapat diamati secara objektif, bukan pada pikiran, perasaan, atau alam bawah sadar yang tidak bisa diukur secara langsung.
Pandangan ini bertolak belakang dengan teori-teori sebelumnya, terutama psikoanalisis Freud yang menekankan alam bawah sadar. Watson justru berkeyakinan bahwa lingkungan memiliki peran dominan dalam membentuk perilaku manusia, bukan faktor bawaan atau genetik
Eksperimen Kontroversial: Little Albert
Salah satu eksperimen paling terkenal dan kontroversial yang dilakukan Watson adalah Eksperimen Little Albert pada tahun 1920. Dalam penelitian ini, Watson menunjukkan bahwa rasa takut bisa dipelajari melalui proses classical conditioning.
Bayi bernama Albert awalnya tidak takut pada tikus putih. Namun, setelah tikus putih tersebut berulang kali dipasangkan dengan suara keras yang menakutkan, Albert akhirnya mengasosiasikan tikus dengan rasa takut. Bahkan, ketakutan itu meluas ke benda-benda lain berwarna putih, seperti kelinci atau jaket bulu
Meski penting dalam membuktikan prinsip behaviorisme, eksperimen ini kini dianggap melanggar etika karena dampaknya yang merugikan bagi anak.
Karier dan Kehidupan Pribadi
Watson pernah menjadi dosen di Johns Hopkins University, namun karier akademiknya terhenti akibat skandal pribadi pada 1920-an. Ia kemudian beralih ke dunia periklanan, di mana pengetahuannya tentang perilaku manusia ia terapkan untuk merancang strategi pemasaran yang efektif.
Selain itu, ia juga menulis beberapa buku populer tentang psikologi dan menjadi salah satu tokoh penting yang membawa psikologi lebih dekat dengan kehidupan praktis.
John B. Watson meninggal pada 25 September 1958 dalam usia 80 tahun.Meskipun hidupnya tidak lepas dari kontroversi, kontribusinya sebagai pendiri behaviorisme tetap menjadi tonggak penting dalam sejarah psikologi.
Warisan utama Watson adalah keyakinannya bahwa perilaku manusia dapat dipelajari, dikendalikan, dan dimodifikasi melalui stimulus-respons serta pengaruh lingkungan. Pandangan ini hingga kini masih menjadi dasar dalam pendidikan, terapi perilaku, hingga dunia pemasaran modern.
Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com
Referensi :
Isnaini, N. A., Rosyida, N. I., Wulandari, R., Tarsono, T., & Hasbiyallah, H. (2023). Dari Stimulus-Respon hingga Modifikasi Perilaku; Tinjauan Teori Behaviorisme John B. Watson dan Realisasinya dalam Pembelajaran. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(12), 10062-10070.
Yustinus Semiun, O. F. M. (2020). Behavioristik: Teori-Teori Kepribadian. PT Kanisius.
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito