Edward John Mostyn Bowlby lahir pada 26 Februari 1907 di London, Inggris. Ia berasal dari keluarga kelas menengah atas dan menempuh pendidikan di Trinity College, Cambridge, dengan fokus awal pada psikologi dan ilmu alam. Setelah lulus, Bowlby melanjutkan studi kedokteran dan psikiatri di University College Hospital serta melatih diri di bidang psikoanalisis anak di bawah bimbingan Melanie Klein. Pengalamannya bekerja di rumah sakit anak-anak dan panti asuhan pada 1930-an, di mana ia menyaksikan dampak emosional pemisahan anak dari orang tua, menjadi titik awal minatnya pada keterikatan. Selama Perang Dunia II, Bowlby diminta WHO meneliti dampak kehilangan orang tua pada anak-anak pengungsi, yang semakin menguatkan gagasannya. Ia wafat pada 2 September 1990, meninggalkan warisan teoretis yang masih sangat berpengaruh di psikologi perkembangan dan praktik pengasuhan.
Bowlby menggabungkan konsep psikoanalisis dengan biologi evolusioner untuk menjelaskan pentingnya ikatan emosional awal antara bayi dan pengasuh utama. Menurutnya, perilaku keterikatan (attachment behavior), seperti menangis, tersenyum, atau merangkak mendekat adalah mekanisme biologis yang berevolusi agar bayi tetap dekat dengan figur pelindung demi bertahan hidup. Ia merumuskan beberapa konsep inti:
Internal Working Model – Peta mental yang dibentuk anak mengenai dirinya dan orang lain berdasarkan pengalaman awal, menjadi dasar hubungan interpersonal sepanjang hidup.
Monotropy – Bayi cenderung membentuk keterikatan utama pada satu figur pengasuh yang konsisten (biasanya ibu), walau kemudian penelitian menunjukkan beberapa keterikatan dapat terbentuk.
Critical Period – Periode sensitif dua tahun pertama kehidupan, di mana kegagalan membangun ikatan yang aman dapat memunculkan kesulitan emosional jangka panjang.
Separation Anxiety & Maternal Deprivation – Bowlby menekankan dampak negatif pemisahan berkepanjangan dari pengasuh utama, seperti keterlambatan kognitif dan gangguan perilaku.
Penelitian lanjutan oleh Mary Ainsworth melalui prosedur Strange Situation (1970) menguatkan dan memperluas teori Bowlby dengan mengidentifikasi gaya keterikatan: secure, insecure-avoidant, insecure-ambivalent/resistant, dan kemudian disorganized. Temuan ini menegaskan pentingnya responsivitas dan kepekaan pengasuh terhadap kebutuhan anak.
Sejumlah kritik diarahkan pada konsep monotropy yang dianggap terlalu menekankan peran ibu biologis dan mengabaikan dukungan dari figur pengasuh lain seperti ayah atau kakek-nenek. Selain itu, fokus Bowlby pada “periode kritis” dinilai kaku karena penelitian kemudian menunjukkan keterikatan aman dapat diperbaiki melalui pengalaman positif di kemudian hari. Meski begitu, kerangka Bowlby tetap mendasari banyak bidang: terapi keluarga, kebijakan cuti orang tua, program adopsi, hingga intervensi trauma anak. Konsep internal working model kini dipakai dalam terapi berbasis keterikatan (attachment-based therapy) dan riset neuropsikologi yang menyoroti peran hormon oksitosin.
Karya utamanya mencakup trilogi Attachment (1969), Separation (1973), dan Loss (1980) yang merangkum teori keterikatan secara menyeluruh. Buku-buku ini masih dijadikan rujukan utama dalam studi perkembangan anak dan hubungan romantis dewasa.
John Bowlby menempatkan ikatan emosional awal sebagai fondasi kesehatan mental sepanjang hayat. Meskipun beberapa detail awal teorinya direvisi, inti pemikiran bahwa keterikatan aman pada masa bayi membentuk kualitas hubungan dan ketahanan psikologis di kemudian hari tetap menjadi landasan penting dalam psikologi perkembangan, praktik pengasuhan, dan terapi modern.
Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com
Referensi
Bowlby, J. (1969). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment. New York: Basic Books.
Ainsworth, M. D. S., Blehar, M. C., Waters, E., & Wall, S. (1978). Patterns of attachment: A psychological study of the strange situation. Hillsdale, NJ: Erlbaum.
Bretherton, I. (1992). The origins of attachment theory: John Bowlby and Mary Ainsworth. Developmental Psychology, 28(5), 759–775. https://doi.org/10.1037/0012-1649.28.5.759
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito