Karen Horney Psikoanalis yang Menekankan Peran Sosial dalam Kepribadian

02 Oct 2025
Image

Biografi Singkat

Karen Horney lahir pada 16 September 1885 di Hamburg, Jerman, dengan nama asli Karen Danielson. Ayahnya, seorang kapten kapal yang religius dan keras, sering membuat Karen merasa kurang mendapatkan kasih sayang. Sebaliknya, ibunya yang lebih lembut menjadi figur yang sangat dekat dengannya.

Masa kecil Horney penuh pergulatan batin. Ia merasa ayahnya lebih menyayangi kakak laki-lakinya, meski sebenarnya sang ayah cukup perhatian. Pada usia sembilan tahun, Karen memutuskan untuk menyalurkan rasa kecewanya dengan cara menjadi ambisius. Ia berkata pada dirinya sendiri: “Kalau aku tidak bisa jadi cantik, aku akan jadi pintar.”

Di usia muda, Horney sudah berani menentang norma. Ia masuk sekolah kedokteran pada tahun 1906, hal yang jarang dilakukan perempuan saat itu. Di sana ia bertemu dengan Oscar Horney, seorang mahasiswa hukum yang kemudian menjadi suaminya. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tiga putri. Namun hubungan rumah tangga mereka tidak berjalan harmonis, hingga akhirnya berakhir dengan perceraian.

Pengalaman hidup yang penuh gejolak mulai dari kehilangan ibu, tekanan pernikahan, hingga duka mendalam saat saudara yang sangat ia sayangi meninggal, mendorong Horney menekuni psikoanalisis. Pada tahun 1930-an ia pindah ke Amerika Serikat, menetap di Brooklyn, dan aktif sebagai psikoanalis, penulis, sekaligus pengajar. Ia terus berkarya sampai akhir hayatnya pada tahun 1952.

Pemikiran Psikoanalisis Sosial

Awalnya Horney mengikuti aliran Freud, lalu terinspirasi oleh Jung dan Adler. Namun seiring waktu, ia mengembangkan pandangan sendiri yang lebih menekankan faktor sosial dan budaya dalam pembentukan kepribadian.

Menurut Horney, manusia tidak semata-mata digerakkan oleh dorongan biologis atau seksual, melainkan juga oleh kebutuhan sosial, rasa aman, serta hubungan dengan orang lain. Ia percaya bahwa keluarga yang hangat dan penuh kasih dapat mencegah timbulnya kecemasan mendalam pada anak. Sebaliknya, pola asuh yang penuh penolakan, ketidakadilan, atau kurang perhatian bisa menimbulkan masalah kepribadian di kemudian hari.

Salah satu kontribusi penting Horney adalah konsep 10 kebutuhan neurotik yang muncul sebagai usaha untuk mengatasi ketidaknyamanan dalam hubungan sosial, antara lain kebutuhan akan kasih sayang, kekuasaan, pengakuan, hingga kesempurnaan.

Selain itu, ia juga memperkenalkan tiga strategi utama yang dilakukan individu untuk menghadapi kecemasan:

  • Moving Toward People, mencari rasa aman dengan mendekat dan bergantung pada orang lain.

  • Moving Against People, berusaha menguasai dan melawan orang lain sebagai bentuk pertahanan diri.

  • Moving Away From People, menjauh dari hubungan sosial demi melindungi diri dari rasa sakit.

Strategi ini bisa sehat bila digunakan secara fleksibel, tetapi menjadi masalah bila kaku dan compulsive, seperti yang terjadi pada individu dengan gangguan neurotik.

Kecemasan dan Konflik

Menurut Horney, sumber utama neurosis adalah kecemasan dasar, rasa kesepian, tidak berdaya, dan terancam dalam dunia yang dianggap bermusuhan. Kecemasan ini biasanya terbentuk sejak masa kanak-kanak akibat kurangnya rasa aman dalam keluarga.

Konflik kemudian muncul ketika seseorang tidak mampu menyeimbangkan ketiga strategi tadi (mendekat, melawan, dan menjauh). Individu sehat bisa mengombinasikan ketiganya sesuai kebutuhan, sementara individu neurotik hanya terpaku pada satu pola dan menolak pola lain. Hal ini menimbulkan ketegangan batin yang mendalam dan sulit diselesaikan.

Warisan Pemikiran Horney

Karen Horney dianggap sebagai salah satu tokoh penting yang menggeser psikoanalisis dari fokus biologis ala Freud menuju pemahaman yang lebih holistik dan sosial. Ia menegaskan bahwa kepribadian manusia dibentuk tidak hanya oleh dorongan bawah sadar, tetapi juga oleh pengalaman sosial, budaya, dan relasi dengan orang lain.

Pemikiran Horney memberikan dasar bagi lahirnya pendekatan psikologi yang lebih menekankan hubungan interpersonal serta pentingnya lingkungan yang sehat bagi perkembangan individu. Hingga kini, idenya tetap relevan dalam memahami bagaimana kecemasan, konflik batin, dan kebutuhan sosial membentuk kepribadian manusia.

Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com

Referensi : 

Boeree, C. G. (2006). Personality Theories. Pennsylvania: Psychology Department Shippensburg University.

Schultz, D.P. & Schultz, S.E. (2005) Theories of Personality. Wadsworth Cengage Learning : Canada

Ewen, Robert B.. (1940). An Introduction to Theories of Pesonality. Psychology Press: New York.

Hall, C. & Lindzey,G.. (1967). Introduction to Theories of Personality. Canada: John Wiley & John.

Munaza, Azka. (2016). Teori Kepribadian Menurut Karen Horney. Wordpress.com.

Category:

Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito

Admin Psikolog Gunawan Soewito
628123456789
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
×