Apakah kamu pernah mengalami momen ketika kamu tiba-tiba lupa kata yang ingin kamu ucapkan, meskipun kamu tahu bahwa kamu tahu kata itu? Kamu bukan satu-satunya. Ini adalah salah satu pengalaman umum yang hampir semua orang alami dari waktu ke waktu.
Apa Itu Lethologica?
Lethologica adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan momen ketika seseorang lupa kata yang ingin mereka ucapkan, meskipun mereka tahu kata itu ada di benak mereka. Ini adalah pengalaman yang seringkali membuat kita merasa frustasi, terutama ketika kita berbicara dengan seseorang dan tiba-tiba terhenti karena kita tidak bisa menemukan kata yang benar.
Dari perspektif psikologi, ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa lethologica terjadi. Pertama-tama, kita harus memahami bagaimana ingatan bekerja. Ingatan kita terdiri dari dua komponen utama: ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Ingatan jangka pendek adalah tempat di mana kita menyimpan informasi sementara, sementara ingatan jangka panjang adalah tempat di mana informasi penting disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Ketika lethologica terjadi, kemungkinan ada gangguan dalam transfer informasi dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk gangguan konsentrasi, stres, kelelahan, atau bahkan hanya karena otak kita sibuk dengan banyak hal sekaligus. Dalam psikologi kognitif, fenomena ini juga terkait dengan konsep "pencarian kata." Ketika kita lupa kata, otak kita mulai mencari kata tersebut dalam memori. Ini bisa seperti mencoba menemukan jarum dalam tumpukan jerami. Kita mungkin tahu kata itu ada di sana, tetapi kita harus melalui proses pencarian yang kadang-kadang memakan waktu.
Lethologica adalah menarik dari perspektif psikologi karena mencerminkan kompleksitas otak manusia dan cara ingatan bekerja. Selain itu, ini juga mencerminkan bagaimana faktor-faktor psikologis, seperti stres dan kecemasan, dapat memengaruhi kinerja kognitif kita. Dalam beberapa kasus, lethologica juga dapat menjadi tanda peringatan terhadap masalah kognitif yang lebih serius, seperti gangguan ingatan. Oleh karena itu, memahami fenomena ini dapat membantu kita lebih memahami diri kita sendiri dan bagaimana kita dapat mengatasi tantangan kognitif sehari-hari. Jadi, jangan terlalu keras pada diri sendiri ketika kamu mengalami lethologica berikutnya; itu adalah otak kamu yang sedang bermain petak umpet dengan kata-kata, dan itu benar-benar normal!
Referensi :
Rubin, David. 2022. The Psychology of Forgetting: A Cognitive Approach.
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito