Martin Seligman : Positive Psychology

10 Oct 2025
Image

Biografi Singkat

Martin Elias Peter Seligman lahir pada 12 Agustus 1942 di Albany, New York, Amerika Serikat. Ia menempuh pendidikan sarjana filsafat di Princeton University (1964) dan meraih gelar Ph.D. dalam psikologi dari University of Pennsylvania (1967). Seligman pertama kali dikenal pada 1960–1970-an lewat riset learned helplessness, yang menunjukkan bahwa hewan maupun manusia yang sering mengalami kegagalan tak terkendali cenderung menjadi pasif dan pesimistis. Penemuan ini berpengaruh besar pada pemahaman depresi. Pada 1998 ia terpilih sebagai Presiden American Psychological Association (APA) dan memanfaatkan jabatan itu untuk menggeser fokus psikologi dari “memperbaiki kelemahan” menjadi “membangun kekuatan,” sebuah gerakan yang kemudian dikenal sebagai Positive Psychology. Ia kini menjabat profesor di University of Pennsylvania dan tetap aktif meneliti serta menulis buku populer seperti Authentic Happiness (2002) dan Flourish (2011).

Teori Positive Psychology 

Positive Psychology menekankan studi ilmiah tentang kekuatan, kebajikan, dan kondisi yang memungkinkan individu serta komunitas berkembang optimal, berbeda dari tradisi psikologi sebelumnya yang banyak berfokus pada gangguan mental. Beberapa komponen utamanya:

  1. PERMA Model (Well-Being Theory)
    Dalam Flourish (2011) Seligman memperkenalkan lima elemen utama kesejahteraan yang dirangkum dalam akronim PERMA:

    • Positive Emotions: pengalaman perasaan positif seperti sukacita, rasa syukur, cinta, dan harapan.

    • Engagement: keadaan flow ketika seseorang larut sepenuhnya dalam aktivitas yang menantang dan bermakna.

    • Relationships: hubungan sosial yang hangat dan suportif sebagai sumber kebahagiaan.

    • Meaning: perasaan bahwa hidup memiliki tujuan lebih besar dari diri sendiri, misalnya kontribusi pada komunitas atau nilai spiritual.

    • Accomplishment: pencapaian tujuan yang memberi rasa kompetensi dan keberhasilan.

  2. Signature Strengths dan Virtues
    Bersama Christopher Peterson, Seligman menyusun Values in Action (VIA) Classification of Character Strengths and Virtues, semacam “manual kebajikan” yang mengidentifikasi 24 kekuatan karakter universal, seperti keberanian, rasa ingin tahu, integritas, humor, dan cinta belajar. Pendekatan ini digunakan untuk membantu individu mengenali dan mengembangkan kekuatan khas (signature strengths) sebagai jalan menuju kesejahteraan.

  3. Learned Optimism
    Berangkat dari penelitiannya tentang learned helplessness, Seligman mengembangkan konsep kebalikan: learned optimism. Orang dapat belajar menafsirkan peristiwa buruk dengan cara yang lebih adaptif—misalnya melihat kegagalan sebagai sementara dan spesifik, bukan permanen dan menyeluruh—sehingga lebih tahan terhadap stres dan depresi.

  4. Positive Interventions
    Penelitian Seligman memunculkan praktik berbasis bukti seperti latihan rasa syukur (gratitude journaling), “tiga hal baik” sebelum tidur, dan strength-based counseling. Intervensi ini terbukti meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi gejala depresi di berbagai penelitian lintas budaya.

Penerapan dan Dampak

Positive Psychology diterapkan luas di pendidikan (Positive Education), dunia kerja (Positive Organizational Scholarship), dan kesehatan mental (terapi berbasis kekuatan). Pemerintah beberapa negara, seperti Bhutan dengan Gross National Happiness dan program well-being di Inggris, juga memanfaatkan temuan ini untuk kebijakan publik. Seligman turut mendirikan Positive Psychology Center di University of Pennsylvania yang menjadi pusat riset global.

Kritik dan Perkembangan Lanjut

Beberapa kritikus menilai Positive Psychology terlalu menekankan sisi “positif” dan kurang memperhatikan konteks sosial, ketidaksetaraan, atau pengalaman emosional negatif yang juga penting untuk pertumbuhan. Namun, Seligman menanggapi dengan memperluas konsepnya: kesejahteraan bukan sekadar emosi positif, melainkan keseimbangan antara emosi, makna, dan pencapaian (PERMA). Penelitian mutakhir juga mengintegrasikan faktor budaya dan neurobiologis, memperkuat fondasi ilmiahnya.

Informasi Menarik

  • Seligman pernah menjadi pelatih catur profesional pada masa mudanya dan mengaku keterampilan strategi dari catur membentuk cara berpikir ilmiahnya.

  • Ia aktif mendorong military resilience training di Angkatan Darat AS untuk mencegah gangguan stres pascatrauma (PTSD) dengan pendekatan berbasis kekuatan.

  • Positive Psychology kini memiliki konferensi dunia sendiri, jurnal ilmiah khusus, dan ribuan program intervensi berbasis bukti di lebih dari 60 negara.

Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com

Referensi 

  • Seligman, M. E. P. (2002). Authentic happiness: Using the new positive psychology to realize your potential for lasting fulfillment. Free Press.

  • Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.

  • Peterson, C., & Seligman, M. E. P. (2004). Character strengths and virtues: A handbook and classification. Oxford University Press.

Category:

Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito

Admin Psikolog Gunawan Soewito
628123456789
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
×