Siapa di antara kalian yang merasa pernah terlalu peduli terhadap orang lain sampai-sampai lupa diri? Jika kamu pernah merasakannya, jangan khawatir, kamu bukanlah satu-satunya. Fenomena ini dikenal dengan istilah "overcaring".
Overcaring itu adalah suatu kondisi di mana seseorang merasa perlu untuk merawat dan melindungi orang lain hingga tingkat yang berlebihan, seringkali melebihi apa yang seharusnya. Ini bukanlah tindakan yang buruk, tetapi ketika berlebihan, dapat memberikan dampak negatif pada kesejahteraan psikologis seseorang. Ini lah beberapa penyebab dari overcaring itu, yakni:
1. Kurangnya Batasan Pribadi
Salah satu penyebab utama overcaring adalah kurangnya batasan pribadi yang jelas. Orang yang overcaring seringkali tidak memiliki batasan yang sehat antara diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka mungkin merasa bahwa mereka harus selalu ada untuk orang lain tanpa memikirkan diri mereka sendiri.
2. Rasa Kewajiban Berlebihan
Beberapa orang mungkin merasa memiliki rasa kewajiban yang berlebihan terhadap orang lain, terutama jika mereka memiliki peran caregiver dalam keluarga atau lingkungan sosial mereka. Rasa kewajiban ini bisa membuat mereka merasa perlu untuk terus-menerus merawat orang lain, bahkan jika itu melelahkan.
3. Perasaan Rendah Diri
Overcaring juga bisa menjadi cara seseorang untuk mencari pengakuan dan perasaan berharga. Mereka mungkin merasa bahwa dengan selalu membantu orang lain, mereka akan mendapatkan penghargaan dan perhatian yang mereka inginkan.
4. Ketakutan Terhadap Penolakan
Beberapa orang mungkin menjadi overcaring karena takut ditolak atau ditinggalkan oleh orang yang mereka cintai. Mereka berharap bahwa dengan menjadi sangat peduli, mereka dapat mempertahankan hubungan tersebut.
5. Model Peran Keluarga atau Budaya
Model peran keluarga dan budaya juga dapat mempengaruhi sejauh mana seseorang menjadi overcaring. Jika dalam budaya atau keluarga mereka diharapkan untuk selalu merawat orang lain, mereka mungkin cenderung mengikuti norma tersebut.
Dampak Overcaring
Overcaring, meskipun muncul dari niat baik, dapat memiliki dampak negatif. Seseorang yang terlalu peduli terhadap orang lain mungkin mengalami kelelahan fisik dan emosional, merasa stres, dan bahkan merasa kehilangan identitas pribadi mereka karena selalu fokus pada orang lain.
Jika kamu merasa bahwa kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami overcaring, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengatasi hal ini. Beberapa cara yang bisa membantu termasuk:
Menetapkan Batasan Pribadi: Mulailah menetapkan batasan yang jelas antara diri sendiri dan orang lain. Ingatlah bahwa penting untuk merawat diri sendiri juga.
Mengatasi Rasa Kewajiban Berlebihan: Pertimbangkan ulang apa yang kamu rasakan sebagai kewajibanmu terhadap orang lain. Belajar untuk mengatakan "tidak" ketika perlu.
Meningkatkan Rasa Diri: Bekerja pada rasa harga diri dan merasa berharga tanpa harus selalu bergantung pada pengakuan dari orang lain.
Bertemu dengan Psikolog atau Terapis: Jika overcaring telah mengganggu kebahagiaan dan kesejahteraanmu, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang profesional.
Jadi, overcaring bukanlah tindakan yang buruk, tetapi bisa menjadi beban jika tidak diatasi dengan baik. Penting untuk memahami penyebabnya dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan antara peduli pada orang lain dan merawat diri sendiri.
Referensi :
Crocker, Mary. 2022. Overfunctioning: A Guide to Taking Care of Yourself.
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito