Dalam dunia psikologi, orang tua overcaring seringkali disebut sebagai "helikopter parents." Mereka adalah orangtua yang selalu melayang-layang di atas kepala anak-anak mereka, siap mendarat setiap kali ada masalah, bahkan yang sekecil apapun. Mereka adalah pakar dalam melindungi anak-anak mereka dari bahaya, risiko, dan petualangan.
Cinta atau Kendala?
Sebagai anak, kita mungkin berpikir, "Apakah mereka mencintai kita atau hanya tidak mempercayai kemampuan kita sendiri?" Pertanyaan itu lumrah muncul. Sebenarnya, orangtua yang overcaring adalah produk dari cinta yang mendalam. Mereka ingin yang terbaik untuk anak-anak mereka dan takut melihat mereka terluka.
Namun, seperti pepatah mengatakan, "Terlalu banyak kebaikan bisa menjadi keburukan." Terlalu banyak perhatian dari orangtua bisa menjadi kendala yang menghambat perkembangan anak-anak. Mulai dari :
1. Ketergantungan yang Berlebihan
Anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua yang terlalu overcaring cenderung mengalami ketergantungan yang berlebihan pada orangtua mereka. Mereka mungkin merasa sulit untuk membuat keputusan atau menghadapi tantangan tanpa bantuan orangtua.
2. Rendahnya Diri
Orangtua yang selalu terlalu cemas bisa membuat anak-anak merasa mereka tidak kompeten. Mereka mungkin mengembangkan perasaan rendah diri karena merasa tidak mampu melakukan sesuatu dengan baik tanpa bantuan.
3. Kesulitan Mengatasi Kegagalan
Ketika anak-anak tidak diberi kesempatan untuk menghadapi kegagalan dan belajar dari kesalahan mereka sendiri, mereka mungkin kesulitan mengatasi kegagalan di kemudian hari. Mereka bisa menjadi takut mencoba hal baru karena takut gagal.
4. Kebutuhan Privasi yang Tidak Terpenuhi
Orangtua yang overcaring cenderung ingin tahu segalanya tentang anak-anak mereka. Hal ini bisa membuat anak-anak merasa kehilangan privasi dan sulit untuk mengembangkan rasa otonomi mereka sendiri.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Bagi orangtua yang mungkin merasa terlalu overcaring, penting untuk memberikan anak-anak kesempatan untuk mandiri. Ini bisa dimulai dengan memberikan mereka tanggung jawab yang sesuai dengan usia dan mendukung mereka dalam menghadapi tantangan. Komunikasi terbuka juga sangat penting. Dengan berbicara dengan anak-anak tentang perasaan mereka dan mendengarkan mereka, orangtua dapat memahami apa yang anak-anak butuhkan.
Orangtua yang overcaring adalah pahlawan dalam pikiran anak-anak mereka, tetapi terlalu banyak perhatian bisa menjadi bumerang. Dalam konteks psikologi, penting bagi orangtua untuk menciptakan keseimbangan antara melindungi anak-anak dan memberi mereka kesempatan untuk tumbuh dan mandiri. Dengan begitu, kita dapat membantu anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri dan kuat.
Referensi :
Gibson, Lindsay. 2018. Adult Children of Emotionally Immature Parents: How to Heal from Distant, Rejecting, or Self-Involved Parents.
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito