Anak Pertama dari Orangtua MBA, Selalu Trust Issue?
Perjuangan dan pola asuh yang baik dari orang tua Married By Accident (MBA) pada dasarnya tidak secara otomatis melekatkan stigma pada anak pertama, terkait dengan trust issue. Tetapi, terkadang masyarakat masih memiliki pandangan tertentu yang bisa mempengaruhi persepsi terhadap anak-anak dalam keluarga semacam ini. Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Meskipun orang tua MBA mungkin telah berjuang keras dan memberikan pola asuh yang baik kepada anak pertama mereka, pandangan masyarakat terhadap pernikahan yang dimulai tanpa perencanaan bisa masih terbatas. Beberapa orang mungkin tetap mengasosiasikan label negatif dengan pasangan MBA, dan hal ini bisa terbawa hingga kepada anak-anak. Meskipun ini nggak seharusnya terjadi, kadang-kadang orang tua perlu menghadapi tantangan menjelaskan keputusan mereka kepada anak-anak, terutama jika lingkungan sekitar masih memiliki stereotip yang kuat.
Peran Komunikasi dan Pendidikan dari Orang Tua
Namun,perlu diingat bahwa komunikasi yang terbuka dan jujur dari orang tua sangatlah penting. Jika orang tua dapat menjelaskan dengan baik kepada anak pertama tentang latar belakang keluarga mereka, serta mengajarkan nilai-nilai positif, kejujuran, dan penghargaan terhadap perbedaan, anak tersebut kemungkinan besar akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam. Pola asuh yang baik, dukungan emosional, dan pendidikan yang diberikan orang tua akan membantu anak mengatasi pandangan negatif dari luar dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.
Pentingnya Lingkungan Sosial yang Positif
Lingkungan sosial juga memainkan peran penting. Jika keluarga memiliki lingkungan yang positif, teman-teman dan komunitas yang mendukung, maka anak pertama akan merasa lebih aman dan diterima. Dalam lingkungan seperti ini, mereka akan merasa dihargai atas siapa diri mereka dan dijejali dengan nilai-nilai positif yang membentuk pandangan mereka tentang dunia.
Meskipun perjuangan dan pola asuh yang baik dari orang tua MBA seharusnya nggak melekatkan stigma pada anak pertama, realitasnya masih ada pandangan masyarakat yang bisa mempengaruhi persepsi ini. Tetapi, dengan komunikasi yang baik, nilai-nilai positif, dan dukungan emosional, anak pertama dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat, percaya diri, dan tahu bagaimana menangani pandangan negatif dari luar. Jadi, penting banget untuk menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan mendukung bagi anak-anak dalam keluarga semacam ini.
Referensi :
Al-Haetami, M. Iqbal. 2015. Married by Accident.
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito