Serge Moscovici adalah tokoh penting dalam psikologi sosial Eropa yang memperkenalkan Social Representations Theory sebuah kerangka untuk memahami bagaimana kelompok sosial membangun makna bersama tentang dunia. Karyanya menekankan bahwa cara masyarakat memahami ilmu pengetahuan, fenomena sosial, hingga identitas kelompok terbentuk melalui proses komunikasi dan interaksi sosial, bukan hanya dari individu secara terpisah.
Social representations adalah kumpulan pengetahuan, keyakinan, nilai, dan gambaran yang dibentuk bersama oleh kelompok sosial untuk memahami fenomena tertentu. Representasi ini tidak hanya menggambarkan realitas, tetapi juga memengaruhi cara orang bertindak dan berinteraksi.
Moscovici menekankan dua proses utama dalam pembentukan social representations:
Anchoring—mengaitkan konsep baru dengan pengetahuan lama agar lebih mudah dipahami.
Objectification—mengubah ide abstrak menjadi bentuk konkret, sehingga dapat “dilihat” atau dibayangkan.
Melalui proses ini, masyarakat menciptakan kerangka makna yang disepakati bersama, yang kemudian memengaruhi cara mereka memahami isu sosial seperti kesehatan mental, teknologi baru, atau kelompok minoritas.
Social representations dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti opini publik, stereotip, media, hingga percakapan sehari-hari. Misalnya, representasi tentang “kesehatan”, “politik”, “AI”, atau “psikotes” muncul dari interaksi sosial yang membentuk cara masyarakat memahaminya.
Teori ini sangat relevan untuk menjelaskan bagaimana suatu fenomena dapat dipersepsikan berbeda oleh kelompok sosial yang berbeda. Representasi ini juga memengaruhi tindakan kolektif, dukungan kebijakan, dan dinamika hubungan antar kelompok.
Moscovici memperluas cakupan psikologi sosial dengan menekankan bahwa pemahaman manusia tidak cukup dijelaskan oleh proses individu saja. Ia memperkenalkan perspektif bahwa masyarakat, budaya, dan komunikasi memainkan peran besar dalam membentuk pikiran.
Melalui Social Representations Theory, psikologi sosial menjadi lebih dekat dengan sosiologi, antropologi, dan ilmu komunikasi. Teori ini juga menjadi dasar penelitian modern tentang opini publik, konstruksi sosial realitas, dan bagaimana ilmu pengetahuan disebarkan di masyarakat.
Serge Moscovici memberikan kontribusi besar dalam memahami bagaimana masyarakat membangun makna bersama melalui social representations. Ia menunjukkan bahwa pengetahuan sosial bukan hanya milik individu, tetapi merupakan produk dari interaksi kolektif yang memengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak. Hingga kini, teori Moscovici tetap relevan dalam mempelajari hubungan antar kelompok, persepsi sosial, serta dinamika budaya kontemporer.
Layanan konseling professional, kami membantu individu dan organisasi mengatasi tantangan mental, memberikan dukungan yang efektif dan solusi yang praktis. Kunjungi sekarang juga di www.PsikologKakgun.com
Howarth, C. (2006). A social representation is not a quiet thing: Exploring the critical potential of social representations theory. British Journal of Social Psychology, 45(1), 65–86. https://doi.org/10.1348/014466605X43777
Moscovici, S. (1963). Attitudes and opinions. Annual Review of Psychology, 14, 231–260. https://doi.org/10.1146/annurev.ps.14.020163.001311
Moscovici, S. (1984). The phenomenon of social representations. In R. Farr & S. Moscovici (Eds.), Social representations (pp. 3–69). Cambridge University Press.
Wagner, W., Duveen, G., Farr, R., Jovchelovitch, S., Lorenzi-Cioldi, F., Marková, I., & Rose, D. (1999). Theory and method of social representations. Asian Journal of Social Psychology, 2(1), 95–125. https://doi.org/10.1111/1467-839X.00028
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito