Stigma yang melekat berdampak pada anak dari MBA

15 Jul 2024
Image

Stigma Dibalik Anak Married By Accident 



Seorang anak yang lahir didunia ini tidak dapat memilih dari keluarga dan orang tua mana mereka. Hal ini  juga tak bisa dipungkiri dari sosok anak yang lahir pasangan married by accident. Tentunya juga memiliki dampaknya tersendiri, yakni stigma yang melekat pada status pernikahan orang tuanya. Stigma sosial bisa berdampak besar pada kehidupan anak-anak, apa sajakah itu ?

 

Stigma adalah tanda atau label negatif yang melekat pada seseorang atau kelompok tertentu dalam masyarakat. Nah, stigma yang melekat pada pernikahan MBA bisa membawa pengaruh pada anak-anak mereka. Anak-anak bisa merasa terbebani oleh pandangan negatif orang lain tentang asal-usul pernikahan orangtuanya. Mereka mungkin merasa 'beda' atau 'aneh' di mata teman-teman mereka, dan itu bisa mempengaruhi rasa percaya diri dan hubungan sosial mereka.

 

Dampak Emosional dan Psikologis pada Anak-anak

 

Stigma sosial bisa berdampak pada kesejahteraan emosional dan psikologis anak-anak. Mereka mungkin merasa cemas atau sedih karena merasa ditolak atau diabaikan oleh lingkungan sekitar. Ini bisa berpengaruh pada konsentrasi di sekolah atau bahkan rasa percaya diri mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Anak-anak cenderung merasa perlu membela atau menjelaskan latar belakang keluarga mereka, yang sayangnya bisa mengganggu perkembangan identitas dan kemandirian mereka.

 

1. Cemas dan Sedih

Anak-anak yang lahir dari pasangan Married By Accident (MBA) dapat merasakan tingkat cemas dan kesedihan yang lebih tinggi. Mereka mungkin cemas tentang bagaimana teman-teman atau orang lain akan memandang mereka karena asal-usul pernikahan orangtua mereka. Rasa sedih ini bisa mengganggu keseimbangan emosional mereka.

 

2. Rasa Ditolak dan Diabaikan

Stigma yang melekat pada pernikahan MBA bisa membuat anak-anak merasa ditolak atau diabaikan oleh lingkungan sekitar, terutama oleh teman-teman sebaya. Rasa ini dapat meningkatkan perasaan isolasi dan kesepian pada anak-anak.

 

3. Pengaruh pada Konsentrasi dan Prestasi di Sekolah

Dampak emosional yang kuat bisa mempengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi di sekolah. Anak-anak yang merasa cemas atau sedih mungkin mengalami penurunan dalam prestasi akademisnya karena sulit fokus pada pelajaran.

 

4. Rasa Percaya Diri yang Rendah

Stigma bisa menghancurkan rasa percaya diri anak-anak. Mereka mungkin merasa kurang berharga atau merasa bahwa ada sesuatu yang 'salah' pada keluarga mereka. Hal ini dapat menghambat perkembangan potensi dan kepercayaan diri mereka.

 

5. Kehilangan Identitas dan Kemandirian

Anak-anak mungkin merasa perlu terus-menerus membela atau menjelaskan latar belakang keluarga mereka kepada orang lain. Hal ini dapat mengganggu perkembangan identitas pribadi mereka karena mereka lebih fokus pada persepsi orang lain daripada pada siapa mereka sebenarnya. Selain itu, kemandirian juga dapat terhambat karena mereka merasa perlu melawan stigma dan pandangan negatif.

 

Dalam keseluruhan, dampak emosional dan psikologis pada anak-anak yang lahir dari pernikahan MBA sangat nyata. Oleh karena itu, dukungan, komunikasi, dan lingkungan yang positif dari keluarga, teman, dan masyarakat sangatlah penting untuk membantu anak-anak mengatasi stigma dan tumbuh menjadi individu yang kuat secara emosional. Ingat, setiap anak adalah unik dan berharga, terlepas dari latar belakang keluarganya.




Referensi :

 

Gaines, Abbie. 2016. Married By Mistake.

 

Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito

Admin Psikolog Gunawan Soewito
628123456789
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
×