Istilah overcaring mungkin sudah dan sangat sering orang-orang gunakan, karena ini berkaitan dengan suatu hubungan. Tak jarang juga overcaring ini isu yang menyebabkan masalah dalam hubungan itu.
Ketika kita berbicara tentang overcaring dalam konteks psikologi, kita sedang membahas perilaku berlebihan dalam merawat, melindungi, atau mengasuh seseorang, yang pada akhirnya bisa berdampak negatif. Ini bukan hanya tentang memberikan perhatian dan cinta yang tulus, melainkan lebih kepada sikap yang berlebihan hingga bisa membuat kamu yang dirawat merasa terkekang.
Tanda-tanda Overcaring
Ini dia beberapa tanda-tanda seseorang overcaring :
1. Selalu Memeriksa Kepada Orang yang Dirawat
Jika kamu merasa perlu selalu memeriksa orang yang kamu rawat, baik itu anak, pasangan, atau teman, itu bisa menjadi tanda overcaring. Ini bisa mencakup pesan teks berulang kali atau memeriksa lokasi mereka secara konstan.
2. Merasa Khawatir Berlebihan
Kamu merasa cemas dan khawatir secara berlebihan tentang kesejahteraan seseorang hingga mengganggu keseimbangan emosimu.
3. Ketergantungan yang Berlebihan
Orang yang dirawat mulai merasa tergantung pada kamu untuk segala hal, bahkan hal-hal yang seharusnya mereka bisa lakukan sendiri.
4. Kehilangan Batasan Pribadi
Kamu cenderung melupakan batasan pribadi dalam upaya untuk merawat orang lain. Kamu mungkin mengorbankan waktu dan energimu sendiri secara berlebihan.
5. Perasaan Bersalah
Kamu sering merasa bersalah jika tidak dapat merawat orang tersebut atau jika mereka mengalami kesulitan, bahkan jika itu bukan kesalahanmu.
Gejala Overcaring
Selain mengenali dan mengetahui tanda-tanda overcaring, adapun gejala overcaring yang perlu kita ketahui, yakni:
Stress Berlebihan: Merawat seseorang dengan overcaring dapat menyebabkan stress berlebihan yang berdampak pada kesehatan fisik dan mentalmu.
Kecemasan Kronis: Kecemasan yang berkepanjangan bisa muncul akibat perasaan konstan bahwa kamu harus selalu merawat orang tersebut.
Kehilangan Identitas Pribadi: Overcaring dapat membuat kamu kehilangan identitas pribadimu, karena semua perhatianmu hanya terfokus pada orang yang kamu rawat.
Perasaan Frustasi dan Marah: Ketika harapanmu tidak terpenuhi atau orang yang kamu rawat menolak bantuanmu, ini bisa memicu perasaan frustasi dan marah.
Gangguan Hubungan: Overcaring dapat merusak hubunganmu dengan orang yang kamu rawat karena mereka merasa terkekang.
Mengatasi Overcaring tidaklah mudah dan memerlukan proses, tapi pertama-tama, yang bisa dilakukan sadari bahwa kamu mungkin mengalami overcaring. Ini langkah pertama untuk mengatasi masalah ini. Kemudian cobalah berbicara dengan orang yang kamu rawat tentang perasaanmu dan cari solusi bersama. Dan, jika kamu merasa overcaring karena khawatir tentang orang yang kamu cintai, pertimbangkan untuk mencari dukungan profesional seperti seorang konselor atau terapis.
Ingatlah, merawat seseorang dengan cinta dan perhatian adalah hal yang baik, tetapi ketika itu berubah menjadi overcaring, itu bisa berdampak buruk pada semua orang yang terlibat. Jadi, mari kita berusaha untuk tetap seimbang dan menjaga kesehatan mental kita dan orang yang kita cintai. Jangan lupa untuk menjaga dirimu dengan baik!
Referensi :
Crocker, Mary. 2022. Overfunctioning: A Guide to Taking Care of Yourself.
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito