Apakah kamu pernah merasa terjebak dalam alam bawah sadarmu, ber-daydreaming tanpa henti, sampai kamu merasa seperti hidup di dunia paralel yang hanya ada dalam pikiranmu? Jika pernah, kamu mungkin mengalami apa yang disebut sebagai Maladaptive Daydreaming.
MD adalah fenomena psikologis di mana seseorang terlibat dalam daydreaming secara berlebihan dan intensif, seringkali untuk melarikan diri dari realitas atau mengatasi stres dan kecemasan. Bagi sebagian orang, daydreaming adalah cara yang sehat untuk mengatasi tekanan hidup, tetapi bagi mereka yang menderita MD, daydreaming bisa mengganggu fungsi sehari-hari mereka. Mereka sering kali kehilangan kendali atas waktu yang mereka habiskan dalam daydreaming, yang dapat menyebabkan masalah dalam pekerjaan, hubungan, dan kesejahteraan umum.
Bagaimana psikologi memandang MD, dan apa pendekatan pengobatannya?
1. Kognitif-Behavioral Therapy (CBT)
CBT adalah salah satu pendekatan psikoterapi yang paling umum digunakan untuk mengobati MD. Terapis CBT akan bekerja dengan klien untuk mengidentifikasi pikiran dan perilaku yang mendorong daydreaming berlebihan. Mereka akan membantu klien menggantikan daydreaming yang merugikan dengan pola pikir dan tindakan yang lebih sehat. Ini termasuk teknik relaksasi, pengelolaan stres, dan pembentukan rutinitas yang lebih seimbang.
2. Terapi Gestalt
Terapi Gestalt fokus pada kesadaran diri dan integrasi pengalaman emosional. Dalam konteks MD, terapis Gestalt akan membantu klien menjelajahi perasaan dan kebutuhan yang mungkin terlupakan atau diabaikan, yang mungkin menjadi pemicu daydreaming berlebihan. Dengan memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik, klien dapat mengatasi masalah MD secara lebih efektif.
3. Terapi Eksposur
Terapi eksposur melibatkan klien dalam situasi nyata yang memicu daydreaming. Ini membantu klien untuk mengidentifikasi faktor-faktor pemicu dan mempraktikkan cara untuk menghadapinya tanpa daydreaming berlebihan. Terapis membantu klien membangun toleransi terhadap perasaan ketidaknyamanan yang mungkin muncul selama proses ini.
4. Terapi Obat
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan atau obat anti-kecemasan, untuk mengatasi MD. Ini biasanya digunakan ketika daydreaming yang berlebihan terkait erat dengan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti depresi atau kecemasan.
Tidak ada pendekatan pengobatan yang sesuai untuk semua orang yang menderita MD. Setiap individu adalah unik, dan terapi yang paling efektif mungkin berbeda-beda. Penting untuk berbicara dengan seorang profesional kesehatan mental yang kompeten untuk menentukan pendekatan terbaik.
Maladaptive Daydreaming mungkin tampak seperti gangguan yang kurang dikenal, tetapi ini adalah masalah yang serius bagi banyak orang. Terapi dan pendekatan pengobatan dari perspektif psikologi dapat memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan kepada mereka yang menderita MD. Dalam perjalanan menuju pemulihan, dukungan dan pengertian dari orang-orang di sekitar sangat penting. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami MD, ingatlah bahwa ada bantuan tersedia dan bahwa setiap hari adalah langkah menuju kesejahteraan yang lebih baik.
Referensi :
Simner, Julia. 2021. Maladaptive Daydreaming: A Comprehensive Guide.
Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito