YOLO

03 Sep 2024
Image

YOLO VS. Akal Sehat: Kapan Waktunya Bertindak dan Kapan Harus Tunggu?



Kata yang mungkin sudah familiar di telinga kamu, yaitu YOLO. Tapi pernahkah kamu berpikir tentang apa yang sebenarnya terjadi dibalik kata tersebut dari sudut pandang psikologi?  Sebelum kita melompat ke dalam aspek psikologisnya, mari kita pastikan kita semua berada di jalur yang sama. YOLO adalah singkatan dari "You Only Live Once", yang dalam bahasa Indonesia bisa kita diterjemahkan sebagai "Kita Hidup Hanya Sekali." Kata ini sering digunakan dalam konteks mengajak seseorang untuk mengambil risiko atau melakukan sesuatu yang gila, karena, ya, hidup ini cuma satu!

 

Pertama-tama, mari kita bicarakan mengapa kata YOLO menjadi begitu populer. Psikologi mengajarkan kepada kita tentang konsep yang dikenal dengan "efek psikologis." Kata-kata memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pikiran dan tindakan kita. Jadi, setiap kali kita mendengar YOLO, otak kita seakan-akan diberi dorongan untuk mencoba hal-hal baru, meskipun itu terdengar sedikit gila.

 

Ini mirip dengan apa yang disebut dengan "efek sugestif." Ketika kita terus-menerus terpapar pada sesuatu, seperti kata YOLO, pikiran bawah sadar kita mungkin menjadi lebih terbuka terhadap ide-ide yang mungkin tidak kita pertimbangkan sebelumnya. Hasilnya, kita mungkin jadi lebih cenderung mencari petualangan, mengambil resiko, atau mencoba pengalaman baru.

 

YOLO juga dapat menjadi bumerang psikologis. Ketika kita terlalu sering menggunakan kata ini sebagai pembenaran untuk tindakan impulsif atau berbahaya, kita mungkin menemukan diri kita dalam masalah besar. Psikologi mengingatkan kita bahwa terlalu sering mengabaikan konsekuensi dan kebijaksanaan dapat berujung pada keputusan yang buruk dan bahkan merugikan diri sendiri.

 

Berani Tapi Bertanggung Jawab

 

Sekarang, tidak ada yang salah dengan mengambil risiko atau mencari pengalaman baru. Namun, dalam konteks psikologi, penting untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap hal baru dengan pertimbangan rasional. Jangan biarkan YOLO mengarahkan kamu pada tindakan yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain.



Jadi, bagaimana kita bisa mengaplikasikan kata gaul YOLO dalam hidup kita tanpa mengabaikan akal sehat? Jawabannya adalah dengan menjadi berani tapi tetap bertanggung jawab. Gunakan kata YOLO sebagai dorongan untuk mencoba hal-hal baru, tapi jangan lupa pertimbangkan risiko dan konsekuensinya. Ingatlah hidup ini singkat, jadi jangan takut untuk menjalani pengalaman-pengalaman baru yang mengesankan.




Referensi : 

 

O'Connor, Richard. 2023. YOLO: The Psychology of Living in the Moment.

 

Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito

Admin Psikolog Gunawan Soewito
628123456789
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
×